Home News Keindahan Alam dan Unsur Petualangan Danau Toba Digemari Turis Eropa

Keindahan Alam dan Unsur Petualangan Danau Toba Digemari Turis Eropa

299
0

Semarang, Kaziku.com – Danau Toba, sebagai danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara memang memiliki berbagai pesona daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan mancanegara. Keindahan alam dan unsur petualangan di Danau Toba nyatanya diincar banyak turis dari Eropa, khususnya dari negara Belanda.

Seperti yang diungkapkan oleh Masruroh, Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh pada penyelenggaraan Sales Mission Danau Toba. Menurutnya, pada Sales Mission Danau Toba yang digelar di tiga kota ini menyasar wisatawan nusantara. Sementara, pasar wisatawan mancanegara (wisman) yang menggemari pariwisata Danau Toba yakni wisman asal Eropa terutama Belanda. “Hal ini karena Danau Toba memiliki daya tarik alam dan budaya yang bernuansa petualangan, dekat dengan karakteristik wisman asal Belanda,” ujar Masruroh.

Acara Sales Mission Danau Toba telah digelar di tiga kota yaitu Yogyakarta, Surabaya dan Semarang. Dengan adanya event tersebut, Danau Toba bersiap menyambut kedatangan wisatawan. Sebagai salah satu daerah prioritas pengembangan pariwisata yang ditetapkan Presiden Joko Widodo, kondisi pariwisata Danau Toba terus membaik, mulai dari atraksi yang disajikan, ketersediaan amenitas berupa homestay dan hotel, serta aksesibilitas berupa tersedianya penerbangan menuju Bandara Silangit.

“Pengembangan pariwisata Danau Toba terus dilakukan sehingga daya tarik pariwisatanya meningkat. Selain itu, aksesnya juga terus bertambah. Dari Jakarta ada, setiap harinya ada lima penerbangan menuju Bandara Silangit, sementara dari Malaysia ada dua maskapai yang sudah melayani penerbangan langsung ke Bandara Silangit,” katanya.

Basar Simanjuntak, Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Danau Toba mengatakan, terkait pengembangan pariwisata Danau Toba masih ditemukan hambatan. Namun hal tersebut tidak menghalangi perkembangan pariwisata di kawasan Danau Toba. “Menyatukan 8 kabupaten dan 4 subetnik yang ada di sekitar Danau Toba memang menantang. Namun, masih bisa diupayakan,” kata Basar.

Basar melanjutkan, pariwisata Danau Toba pernah mengalami penurunan, namun kondisi tersebut sudah membaik sekarang. “Diperkirakan, akan ada satu juta wisatawan yang datang ke Danau Toba pada 2019. Hal ini diperkuat dengan ketersediaan atraksi, amenitas dan akses yang memadai,” kata Basar.

Untuk akses, ada dua bandara yang bisa menghubungkan wisatawan ke Danau Toba yaitu Bandara Kualanamu dan Bandara Silangit. Selain bandara, Pelabuhan Kuala Tanjung yang juga menghubungkan wisatawan ke Danau Toba terus diperbaiki, sehingga pintu kedatangan wisatawan bervariasi. Untuk amenitas, pilihan penginapan juga sudah beragam, mulai hotel berbintang hingga homestay.

Menyambung topik mengenai akses, GM Garuda Indonesia Cabang Jawa Tengah Bobby Achmadi menjelaskan bahwa hingga saat ini 90 persen perjalanan domestik yang menggunakan jalur udara masih didominasi Bali. Inilah yang menjadi tugas bersama untuk bisa menarik minat wisatawan ke Danau Toba dan daerah lain yang belum banyak dikunjungi.

“Kami optimis karena pariwisata Danau Toba yang memiliki daya tarik alam dan budaya unik, sehingga dengan promosi yang baik, akan banyak wisatawan yang datang,” tutur Bobby.

Sementara itu, Ketua Asita Sumut Solahuddin Nasution menyatakan kesiapan industri di Danau Toba untuk menyambut lebih banyak wisatawan. Dia menuturkan, pihak pengusaha di sana berharap ada kebijakan khusus mengenai harga paket yang ditawarkan sehingga masing-masing industri terkait tidak bersinggungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here