Home Inspirasi Sisi Lain Angkernya Lawang Sewu Semarang

Sisi Lain Angkernya Lawang Sewu Semarang

202
0

Sering mendengar tentang Lawang Sewu? Apa yang terlintas di dalam pikiranmu saat mendengar Lawang Sewu Semarang? Mungkin banyak di antara kamu yang langsung membayangkan bangunan kuno peninggalan Belanda yang penuh cerita misteri.

Kabar bahwa Lawang Sewu angker memang santer terdengar di masyarakat. Konon katanya, banyak makhluk halus dalam berbagai bentuk yang menghuni tempat ini.

Tapi, jangan buru-buru keder mendengar kisah misteri Lawang Sewu Semarang. Sebenarnya, banyak pesona lain yang tersimpan dari tempat ini lho.

Di sini, kamu bisa belajar sejarah Lawang Sewu sekaligus wisata malam romantis bareng pacar loh. Selain itu, kamu juga bisa berfoto-foto di bangunan kunonya. Simak sejarah dan tips mengunjungi Lawang Sewu di bawah ini!

Sejarah Lawang Sewu Semarang

Kantor Administrasi Perusahaan Kereta Api

Pertama-tama, kami akan mengajakmu mengetahui sejarah Lawang Sewu Semarang. Di balik kisah angkernya, bangunan ini punya peran penting dalam perkembangan perkeretaapian di Indonesia.

Ya, dibangun tahun 1904 – 1907, gedung ini sebenarnya merupakan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), salah satu perusahaan kereta api terpenting di Hindia Belanda.

Perusahaan ini lah yang membangun rel kereta api pertama di Indonesia tanggal 17 Juni 1864 silam. NIS juga membangun stasiun pertama di Indonesia, yakni Stasiun Samarang yang akhirnya tutup tahun 1905 karena sering terendam rob.

Awalnya, kegiatan administrasi NIS dilakukan dilakukan di Stasiun Semarang Gudang. Namun, seiring berkembangnya perusahaan, kantor tersebut tidak mampu lagi menampung banyaknya pegawai.

Akhirnya, dibangunlah Lawang Sewu Semarang sebagai kantor administrasi NIS yang baru. Seluruh perencanaan pembangunan termasuk artsitektur dikerjakan di Belanda.

Meski demikian, arsitekturnya disesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia. Karena itulah ada banyak pintu berukuran besar di tempat ini. Tujuannya memang untuk sirkulasi dan penyejuk udara alami.

Jumlah blok pintunya sendiri sebenarnya tak mencapai seribu, “hanya” 429. Tapi kalau dihitung dengan daun pintunya, jumlahnya mencapai 928.

Sebenarnya, jumlah awalnya lebih banyak lagi. Namun, beberapa sudah hilang dicuri saat zaman perang.

Saksi Bisu Pertempuran 5 Hari di Semarang

Pasca kemerdekaan, gedung Lawang Sewu Semarang dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI), cikal bakal PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

Selang beberapa bulan, peristiwa Pertempuran 5 Hari di Semarang (14 – 19 Oktober 1945) meletus. Gedung megah ini menjadi salah satu lokasi pertempuran masyarakat Indonesia melawan tentara Jepang.

Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) Indonesia juga berusaha mempertahankannya agar tidak direbut tentara Jepang kembali. Sebelumnya, Jepang memang sempat menggunakannya sebagai kantor Jawatan Transportasi.

Konon katanya, di masa tersebut, Jepang juga menyulap lorong bawah tanah menjadi penjara dan ruang penyiksaan. Dari situlah muncul berbagai kisah misteri Lawang Sewu Semarang.

Salah satu yang paling santer adalah tentang keangkeran ruang penyiksaan Lawang Sewu ini. Selain itu, ada juga kisah tentang arwah noni Belanda yang dulu pernah diperkosa dan gentayangan di sana.

Jam Operasional & Tiket Masuk Lawang Sewu Semarang

Buat para wisatawan yang waktunya kurang fleksibel dan tidak bisa bebas memilih hari, tak perlu khawatir karena Lawang Sewu Semarang buka setiap hari. Tepatnya mulai pukul 07.00 sampai 21.00 WIB.

Harga tiket masuknya pun sangat ekonomis dan tak bikin kamu meringis. Wisatawan dewasa yang berusia di atas 13 tahun hanya perlu membayar Rp10.000/orang saja.

Sementara itu, untuk anak-anak usia 3 – 12 tahun malah lebih murah lagi. Yakni sebesar Rp5.000/orang. Di bawah usia tersebut, tidak dikenakan tiket masuk dan bisa masuk secara gratis.

Para pelajar SD sampai SMA juga dikenakan biaya masuk sebesar Rp5.000. Sedangkan mahasiswa perlu membayar tiket masuk yang sama dengan wisatawan dewasa.

Tips Wisata ke Lawang Sewu Semarang

Tertarik untuk mengunjungi Lawang Sewu Semarang? Sssttt… simak dulu tips di bawah ini agar persiapanmu semakin matang dan perjalananmu kian menyenangkan.

  • Kalau kamu memang pecinta sejarah, jangan lupa untuk menyewa tour guide selama berkeliling di sana. Jadi, kamu bisa semakin menyelami sejarah Lawang Sewu Semarang.
  • Pakailah alas kaki yang nyaman karena selama di dalam kamu akan cukup sering naik dan turun tangga.
  • Kalau tergolong penakut, kamu bisa pergi beramai-ramai dengan teman-teman. Pasti akan lebih seru dan menyenangkan.
  • Masih tetap takut? Lebih baik berkunjunglah di siang hari agar suasana mistis bisa benar-benar hilang.
  • Terlepas dari benar atau tidaknya kisah misteri Lawang Sewu Semarang, lebih baik tetap jaga sikap dan perkataan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Jangan melamun atau membiarkan pikiranmu kosong. Bukan hanya untuk menghindari gangguan makhluk halus, tapi karena kamu memang harus berhati-hati saat naik turun tangga.
  • Selalu perhatikan peraturan yang dipasang di dalam. Ikuti aturan untuk tidak membuka atau memasuki paksa ruangan tertentu di sana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here